Berita Program
30 May 2026
4 menit
Tim Yayasan Bumi Pertiwi Asri

Krisis Abrasi Tangerang: Bumi Pertiwi Asri dan CSR PIK 2 Tanam 1.500 Mangrove

Krisis Abrasi Tangerang: Bumi Pertiwi Asri dan CSR PIK 2 Tanam 1.500 Mangrove - Gambar 1
Krisis Abrasi Tangerang: Bumi Pertiwi Asri dan CSR PIK 2 Tanam 1.500 Mangrove - Gambar 2
1 / 2

TANJUNG BURUNG, Bumipertiwiasri.com – Kerusakan ekosistem pesisir di utara Tangerang memicu kekhawatiran meluasnya abrasi dan hantaman banjir rob akibat perubahan iklim.

Merespons ancaman ekologis tersebut, CSR PIK 2 Agung Sedayu Group bersama Yayasan Bumi Pertiwi Asri, meluncurkan aksi penyelamatan lingkungan lewat penanaman 1.500 bibit mangrove di Pesisir Muara Desa Tanjung Burung, Kecamatan Teluknaga, Kabupaten Tangerang, Sabtu (30/5/2026).

Bertajuk Mangrove Coastal Sweep 2026, gerakan ini mendapat sokongan penuh dari Pemerintah Kabupaten Tangerang dan komunitas lokal. Langkah ini bukan sekadar seremonial, melainkan upaya strategis memulihkan sabuk hijau yang berfungsi sebagai tameng alami garis pantai dari gerusan ombak.

Bibit pohon yang ditanam sudah dipilih sesuai dengan kondisi tanah dan air di area muara. Hal ini penting agar tanaman pesisir bisa tumbuh subur dan cepat membentuk ekosistem yang kuat.

Direktur Yayasan Bumi Pertiwi Asri, Hollida Milihanova menegaskan, pemulihan ekosistem ini merupakan agenda tahunan yang merajut kolaborasi lintas sektor, mulai dari otoritas daerah, pengembang swasta, hingga kelompok nelayan tradisional.

"Menanam mangrove ini, sudah menjadi komitmen jangka panjang kami. Kami merangkul pemerintah, CSR PIK 2, nelayan, dan komunitas warga terdekat," kata Hollida.

Perempuan yang akrab disapa Holly ini menambahkan, fokus gerakan kini telah bergeser ke arah yang lebih substansial. "Program ini bertujuan memantik kepedulian publik. Kita tidak lagi hanya bicara soal menumpuknya sampah, tetapi sudah melangkah pada pemulihan bentang ekosistem di pesisir Sungai Cisadane," kata Holly.

Bagi Holly, hutan mangrove adalah investasi ekologis yang tak bisa ditawar. Selain menjadi benteng alami penahan abrasi dan banjir rob, ekosistem ini memegang peran krusial sebagai penyerap karbon yang efektif, sekaligus menjadi tempat berkembang biak pelbagai biota laut.

"Yayasan Bumi Pertiwi Asri selalu percaya, bahwa pesisir ini adalah rumah kita bersama. Kalau rumah kita bersih, kita merasa nyaman. Kalau rumah kita rusak, tentu kita semua yang akan merasakan dampaknya," ungkap Holly.

Tak sekadar menancapkan bibit di lumpur pantai, aksi edukasi juga disisipkan di sela-sela kegiatan. Warga lokal diajak memahami urgensi pelestarian pesisir serta praktik lingkungan berkelanjutan yang bisa diterapkan sehari-hari.

CSR PIK 2 bersama Yayasan Bumi Pertiwi Asri berencana memperluas area pemulihan alam ini secara rutin. Mereka juga akan terus menambah jumlah bibit pohon yang ditanam setiap tahun.