Berita Program
18 July 2026
4 menit
Tim Yayasan Bumi Pertiwi Asri

Kali Sabi Kelapa Dua Sekarat Diduga Dicekoki Limbah Pabrik

Kali Sabi Kelapa Dua Sekarat Diduga Dicekoki Limbah Pabrik - Gambar 1
Kali Sabi Kelapa Dua Sekarat Diduga Dicekoki Limbah Pabrik - Gambar 2
Kali Sabi Kelapa Dua Sekarat Diduga Dicekoki Limbah Pabrik - Gambar 3
Kali Sabi Kelapa Dua Sekarat Diduga Dicekoki Limbah Pabrik - Gambar 4
1 / 4

Tangerang, Bumipertiwiasri.com - Aliran Kali Sabi di Kecamatan Kelapa Dua kini berada dalam kondisi kritis. Air yang dahulu mengalir jernih berubah menjadi hitam pekat dan mengeluarkan bau menyengat.

Berdasarkan pantauan pada Sabtu, 18 Juli 2026, serta keluhan masyarakat, kondisi tersebut diduga dipicu oleh limbah cair industri yang dibuang ke aliran sungai tanpa melalui proses pengolahan yang semestinya.

Bau busuk dari sungai mengganggu warga yang tinggal di sepanjang bantaran. Selain merusak kondisi lingkungan, pencemaran air juga memunculkan kekhawatiran mengenai dampak kesehatan jangka panjang bagi masyarakat sekitar.

"Kalau siang hari saat matahari terik atau malam hari saat udara tenang, kadang baunya sangat menyiksa hidung," keluh salah seorang warga saat ditemui di lokasi.

Kecurigaan warga terhadap aktivitas industri bukan tanpa alasan. Menurut kesaksian sejumlah warga yang kerap beraktivitas malam, volume air hitam pekat dan berbusa biasanya meningkat menjelang tengah malam atau ketika hujan deras mengguyur wilayah Tangerang.

Warga menyebut aliran yang diduga limbah kerap muncul sekitar pukul 01.00 hingga 02.00 WIB, ketika pengawasan masyarakat terbatas. Waktu tersebut diduga dimanfaatkan pihak tertentu untuk membuang limbah cair tanpa melalui Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL).

Kasus pencemaran serupa di wilayah Tangerang menunjukkan bahwa pemantauan saluran air tersembunyi dan penelusuran dari udara dapat membantu mengidentifikasi sumber pembuangan limbah.

Menanggapi situasi yang semakin mendesak, komunitas warga dan aktivis lingkungan meminta Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Tangerang segera melakukan pemeriksaan lapangan. Mereka juga mendesak uji laboratorium sampel air secara transparan untuk mengidentifikasi zat yang mencemari Kali Sabi.

"Kami tidak butuh sekadar janji atau mediasi. Jika terbukti ada pabrik yang sengaja merusak ekosistem kami, pemerintah harus berani melakukan penyegelan tempat usaha dan membawa kasus ini ke jalur hukum," tegas Edy, perwakilan warga peduli lingkungan Kelapa Dua.

Jika tidak segera ditangani, pencemaran berisiko merusak ekosistem alami Kali Sabi secara permanen dan mengancam kesehatan ribuan warga di sekitarnya.

"Dulu pernah dikeruk atau ada normalisasi, tetapi sekarang terjadi lagi. Kita sudah lapor dinas terkait, tetapi sampai saat ini belum ada tindak lanjut," ujar Edy.

Direktur Yayasan Bumi Pertiwi Asri, Holida Minihanova, yang mengamati langsung kondisi tersebut, menyayangkan pencemaran Kali Sabi. Ia meminta Pemerintah Kabupaten Tangerang segera merespons laporan warga, menelusuri sumber pencemaran, dan mengambil langkah penyelesaian.

"Ini tidak boleh dibiarkan. Pemerintah daerah harus tanggap dan warga di sini harus melaporkan situasi ini. Kalau ada perusahaan yang nakal, laporkan agar mereka peduli terhadap lingkungan dan warga. Jangan dibiarkan," tegas Holida.